Nama :
Nurul Janah Syabania
NPM :
26213729
Kelas :
1EB20
I.
PENDAHULUAN
Globalisasi
merupakan suatu proses dimana antar individu, antar kelompok, antar negara,
saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas negara. Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek
kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, maupun politik. Ada masyarakat yang
dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan
status sosial yang tinggi, dan penduduk yang berada di perkotaan. Namun, ada
pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti
masyarakat di daerah terpencil, generasi tua, dan masyarakat yang belum siap
baik fisik maupun mental.
II.
ISI
Pengaruh
globalisasi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya adalah
tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia serta semakin mendunia
produk-produk buatan Indonesia. Dengan adanya globalisasi, para pelaku ekonomi,
memang dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk-produk yang tidak
hanya mampu bersaing dengan sesama produk buatan dalam negeri, namun juga harus
mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Tanpa adanya pengembangan
produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih
sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang-barang
dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan
produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila
dibandingkan dengan produk-produk buatan Indonesia. Sebenarnya banyak pihak
yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut menandatangani CAFTA. Tidak hanya
karena dunia industri Indonesia dianggap belum siap menghadapi pengaruh
globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia, namun juga karena kondisi
internal ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Namun dengan alasan bahwa
Indonesia akan menjadi negara yang jauh tertinggal dalam bidang ekonomi bila
tidak turut serta dalam perjanjian CAFTA tersebut, maka siap atau tidak,
akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar bebas Asia.
III.
PENUTUP
Bagi beberapa
pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku import dari
China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam
pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang jauh
lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import sehingga
bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan mendapatkan bahan
baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan industri bisa semakin
berkembang.
IV.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar