Nama : Nurul Janah Syabania
NPM : 26213729
Kelas : 4EB25
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional (Softskill)
TUGAS 1.2
NEGARA
YANG DOMINAN DALAM PERKEMBANGAN PRAKTEK AKUNTANSI
Beberapa
negara yang dominan dalam perkembangan akuntansi diantaranya:
- Prancis
- Jepang
- Amerika Serikat
Mengidentifikasi negara yang dominan dalam perkembangan
praktek akuntansi:
1)
Prancis
Prancis merupakan pendukung utama
akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional menyetujui Plan
Comptable General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama pada bulan
September 1947. Revisi kode tersebut dilakukan pada tahun 1957. Revisi
selanjutnya terjadi pada tahun1982 berdasarkan Direktif Keempat Uni Eropa (UE).
Pada tahun 1986, rencana tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam
Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan konsolidasi dan direvisi lebih
lanjut pada tahun 1999. Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya
dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan
keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan
Prancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau
bahkan prinsip akuntansi yang diterima umum di AS (GAAP) dalam menyusun laporan
keuangan konsolidasi.
2)
Jepang
Akuntansi dan pelaporan keuangan di
Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua
badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan
hukum pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut
pula. Pada paruh pertama abad ke-20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman;
pada paruh kedua, ide-ide dari AS yang berpengaruh. Akhir-akhir ini, pengaruh Badan
Standar Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan
besar terjadi dengan pembentukan organisasi sektor swasta sebagai pembuat
standar akuntansi. Akuntansi di Jepang sedang dibentuk ulang agar sesuai dengan
IFRS.
3)
Amerika
Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur
oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi Keuangan, atau Financial
Accounting Standards Boardi –FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi
Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki
kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.
Dalam
perkembangannya negara Prancis dan Jepang masih kurang dominan ketimbang
Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan akuntansi Jepang yang
dalam perkembangannya.
Didalam perkembangannya akuntansi
internasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap beberapa negara:
- Sumber Pendanaan
Amerika serikat dan Inggris memiliki
pasar ekuitas yang kuat, memiliki fokus atas seberapa baik manajemen
menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor
untuk menganalisis kas masa depan dan resiko, sedangkan sistem berbasis kredit
memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang
konservatif. Sebagai contoh Jepang dan Swiss yang mengungkapkan pengungkapan
publik secara luas dianggap tidak perlu karena lembaga keuangan mempunyai akses
yang sangat luas untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
- Perpajakan
Jerman dan Swedia menentukan
peraturan pajak secara efektif dengan menentukan standar akuntansi karena
perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun yang diklaim pajak. Belanda
menentukan laba kena pajak didasarkan pada laba akuntansi keuangan.
- Ikatan Politik dan Ekonomi
Berawal di Itali dan menyebar di
negara Eropa bersama dengan gagasan pembaruan. Inggris mengekspor akuntan dan
konsep akuntansi di wilayah kekuasaan. Amerika memaksa rezim pengatur akuntansi
bergaya AS di Jepang dan banyak negara yang mengunakan sistem akuntansi yang
dikembangkan di tempat lain entah dipaksakan atau karena pilihan sendiri.
- Inflasi
Inflasi mempengaruhi kencenderungan
suatu Negara menerapakan perubahan harga terhadap akun akun perusahaan . Israel,
Meksiko, dan beberapa negara di Amerika Selatan mengunakan akuntansi tingkat
harga umum karena berpengalaman dengan hyperinflasi.
Sumber:
http://tiraanggraini07.blogspot.co.id/2015/03/akuntansi-internasional-bab-ii.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar